JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Batam, Kepulauan Riau, memperkuat layanan angkutan laut untuk musim mudik dan balik pada Lebaran 2026 dengan menambah satu unit kapal penumpang besar. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang sekaligus mendukung layanan rutin yang dilayani oleh kapal andalan sebelumnya.
Penambahan Kapal untuk Menjawab Permintaan Tinggi Pemudik
Dalam persiapan menghadapi puncak arus mudik dan balik Lebaran 2026, Pelni Batam berencana menambah satu unit kapal penumpang, yaitu KM Nggapulu, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas angkut armada. Rencana ini diungkapkan langsung oleh Kepala Cabang Pelni Batam, Edwin Kurniansyah, ketika dihubungi di Batam pada Kamis, 12 Februari 2026.
Edwin mengatakan bahwa selain armada utama yang selama ini melayani rute dari dan menuju Batam, yaitu KM Kelud, KM Nggapulu akan ikut dioperasikan untuk periode Angkutan Lebaran 2026. Penambahan ini dimaksudkan untuk menambah kemampuan angkut mengingat tingginya permintaan masyarakat yang ingin pulang kampung.
Sebelumnya, KM Nggapulu juga telah dioperasikan pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di Batam untuk membantu mengakomodasi lonjakan jumlah penumpang pada liburan akhir tahun. Keberhasilan operasi kapal tersebut pada periode sebelumnya menjadi salah satu pertimbangan kuat untuk memasukkannya kembali ke dalam daftar armada Lebaran mendatang.
Perbandingan Kapasitas Armada yang Ditingkatkan
Edwin menjelaskan bahwa berdasarkan Sertifikat Keselamatan Kapal Penumpang (SKKP) yang berlaku saat ini, KM Kelud memiliki kapasitas normal penumpang sebanyak 2.607 orang, dan dengan dispensasi dapat diisi hingga 3.457 orang. Sementara itu, kapal tambahan, KM Nggapulu, memiliki kapasitas normal 2.138 penumpang dan kapasitas dispensasi mencapai 2.955 orang.
Dengan penguatan kedua kapal ini, Pelni Batam berharap dapat lebih optimal menangani arus mudik dan balik pada periode 11 Maret hingga 5 April 2026. Kapal KM Nggapulu diharapkan bisa menambah kelancaran pelayanan angkutan laut, terutama di rute-rute padat dari dan menuju Batam.
Subsidi Tarif Angkutan Lebaran Sesuai Kebijakan Pemerintah
Secara nasional, layanan Angkutan Lebaran 2026 ini juga mendapatkan dukungan dalam bentuk diskon tarif yang bersifat subsidi. Pemerintah memberikan anggaran subsidi sebesar Rp42,3 miliar yang dialokasikan untuk pemangkasan tarif dasar kelas ekonomi kapal penumpang sebanyak 30 persen. Anggaran subsidi ini berlaku untuk seluruh ruas kapal penumpang Pelni di periode keberangkatan yang telah ditetapkan.
Kebijakan subsidi ini tidak hanya dimaksudkan untuk mempermudah mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 2026, tetapi juga bertujuan menjaga daya beli masyarakat serta menjamin kelancaran transportasi laut di berbagai wilayah Indonesia.
Rute Terpadat dan Pengalaman dari Lebaran Sebelumnya
Edwin menambahkan bahwa berdasarkan data pada Angkutan Lebaran 2025, rute Batam-Belawan di Sumatera Utara merupakan yang paling padat digunakan dengan jumlah penumpang mencapai 25.692 orang. Sementara itu, rute Medan-Batam mencatat angka penumpang sebanyak 21.592 orang dan menjadi rute terpadat kedua. Kondisi inilah yang menjadi latar belakang pentingnya penambahan armada untuk menyambut Lebaran 2026.
Penambahan armada ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang bergerak pada masa mudik dan balik Lebaran. Tidak hanya sekadar menyediakan ruang transportasi, tetapi juga menjaga agar layanan tetap aman, nyaman, dan bisa mengakomodasi lonjakan jumlah pemudik yang terus meningkat setiap tahun.
Harapan Pelni Batam untuk Musim Mudik Mendatang
Dengan kehadiran tambahan kapal KM Nggapulu, Pelni Batam berharap kapasitas angkut penumpang bisa ditingkatkan secara signifikan. Ini menjadi bagian dari upaya untuk menekan kepadatan di pelabuhan dan di atas kapal sehingga pengalaman perjalanan bagi masyarakat yang menggunakan angkutan laut selama masa Lebaran dapat lebih optimal.
Sekalipun pelayanan laut kerap dihadapkan pada tantangan cuaca dan kapasitas, Pelni Batam optimis bahwa konsolidasi armada dan dukungan kebijakan pemerintah akan mampu menghadirkan solusi terbaik bagi jutaan pemudik di musim Lebaran 2026.