JAKARTA - Upaya memperluas akses menuju destinasi yang belum terlalu populer terus dilakukan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
Meski belum menjadi tujuan utama wisatawan nusantara maupun mancanegara, daerah ini mengambil langkah progresif dengan membuka dua rute penerbangan langsung, yakni Guangzhou, China - Palu pada Mei 2026 dan rute Jakarta - Luwuk pada Juni 2026.
Peluncuran resminya dilakukan di Balairung Soesilo Soedarman di kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pada Rabu, 11 Februari 2026.
Inisiatifnya datang dari Coco's Tour, sebuah agen perjalanan swasta, dan menggandeng Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk menyiapkan destinasi sekaligus layanan pendukung lainnya.
Penerbangan charter rute Guangzhou - Palu dilayani oleh China Southern Airlines. Direktur Coco's Tour Lentono menyebutkan bahwa penerbangan charter itu dijadwalkan beroperasi seminggu sekali dengan menargetkan 70 persen penumpang adalah yang berniat berwisata ke Indonesia.
"Harganya (tiket pesawat) sekitar Rp4,7 juta," kata Lentono ditemui di Jakarta.
Sementara, penerbangan rute Jakarta - Luwuk akan dimulai pada Juni 2026 dengan jadwal dua kali seminggu. "Dua kali itu Senin sama Kamis terbang dari Soekarno Hatta, pulangnya Selasa dan Jumat. Harganya mulai dari Rp2,9 juta," sambung Lentono.
Berdasarkan penelusurannya, Luwuk sudah siap menampung wisatawan, terutama soal ketersediaan akomodasi. Ibu kota kabupaten itu memiliki sejumlah hotel bintang empat yang sebagian dijalankan jaringan operator internasional.
Atraksi Alam Jadi Daya Tarik Utama Luwuk
Kekayaan alam menjadi atraksi wisata utama yang ditawarkan Sulawesi Tengah, khususnya Luwuk dan sekitarnya. Salah satunya adalah Danau Paisu Pok yang airnya disebut sebening kaca. Menurut Lentono, objek wisata itu saat ini menarik banyak wisatawan asal Eropa.
"Air danaunya itu yang paling jernih se-Indonesia," kata Lentono.
Untuk mencapai tempat wisata alam tersebut, turis bisa melalui jalur darat dengan waktu tempuh sekitar 2--2,5 jam dari pusat kota. Atau, wisatawan bisa menumpang kapal kemudian lanjut dengan jalur darat yang tidak terlalu jauh perjalanannya.
Sementara, objek wisata yang terdekat dari pusat kota adalah Air Terjun Piala, sekitar 35 menit perjalanan darat. Ada pula wisata ke Banggai Kepulauan dan Pulau Togean yang memiliki 30 resort saat ini. "Marketnya itu market Eropa," imbuh Lentono.
Pihaknya sudah menyiapkan paket wisata dengan opsi lima dan enam hari untuk memudahkan wisatawan mengeksplorasi objek wisata yang berada di Luwuk dan sekitarnya. Dijual mulai Rp9 jutaan, sudah termasuk tiket pesawat dan akomodasi, paket itu akan mulai ditawarkan pada Juni 2026, saat penerbangan Luwuk--Jakarta resmi beroperasi.
Pasar Tiongkok Jadi Target Strategis
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengapresiasi rencana pembukaan dua rute penerbangan tersebut. Ia menilai hal itu sebagai langkah strategis dalam memperluas konektivitas Indonesia di dunia internasional, khususnya dengan pasar Tiongkok yang selalu masuk dalam daftar Top 5 kunjungan wisman ke Indonesia.
"Wisatawan Tiongkok datang ke Indonesia itu peringkat keempat, yaitu dengan pertumbuhan 12,1 persen dan kunjungannya itu 1,3--1,4 juta kunjungan. Jadi, peluang pasarnya masih besar sekali dari Tiongkok karena orang Tiongkok keluar negeri itu kalau tidak salah angkanya mencapai ratusan juta (orang)," kata Ni Luh.
Sementara, pembukaan rute domestik Jakarta - Luwuk dinilai bisa menggenjot pergerakan wisatawan nusantara ke Luwuk dan sekitarnya. Ni Luh menyebut kunjungan wisatawan ke Sulawesi Tengah mencapai 11,57 juta perjalanan pada 2025, naik 24,08 persen dibandingkan 2024.
"Tahun 2026 mungkin cukup challenging, tapi saya yakin dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, swasta, dan semua stakeholder, kita bisa mempertahankan tren positif ini," ujar Ni Luh.
Kualitas Layanan Jadi Kunci Keberlanjutan
Pembukaan akses penerbangan dinilai bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pengembangan destinasi. Ni Luh mengingatkan pembukaan konektivitas harus dibarengi dengan upaya peningkatan kualitas layanan kepada wisatawan.
Tugas para pemangku kepentingan untuk memastikan setiap wisatawan yang berkunjung merasa aman dan nyaman.
"Jangan sampai di-launching tapi tidak sustain," ujarnya
Kualitas SDM pariwisata jadi sorotan utama. Berikutnya adalah kualitas dari produk-produk wisata yang ditawarkan, khususnya terkait kuliner, wellness, dan bahari. Ketiga produk wisata tersebut yang saat ini dijadikan andalan untuk menarik wisatawan berkualitas ke Indonesia.
"Saya pikir setiap daerah punya kearifan lokal di wellness yang perlu kita gali lagi nih. Misalnya di Palu ada wellness yang selama ini biasa dilakukan di tengah masyarakat, bisa kita naik kelas-kan," katanya.
Durian Matahari dan Potensi Ekspor
Selain keindahan alam, komoditas lokal juga diposisikan sebagai daya tarik tambahan. Durian menjadi salah satu produk unggulan yang terus didorong pengembangannya.
Wakil Gubernur Sulteng Reny Lamadjido mempromosikan durian matahari yang dikembangkan warga di kawasan transmigrasi untuk jadi buah tangan atau objek kuliner yang digarap serius.
"Tanggal 13 itu akan ada ekspor khusus (durian) dari kawasan transmigrasi, khususnya di Parigi Moutoung," katanya.
Langkah ini menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata di Sulawesi Tengah tidak hanya berfokus pada kunjungan semata, tetapi juga pada penguatan ekonomi lokal melalui komoditas unggulan.
Dengan kombinasi konektivitas internasional dan domestik, atraksi alam kelas dunia seperti Danau Paisu Pok, serta potensi kuliner dan ekspor durian, Sulawesi Tengah berupaya menempatkan diri sebagai destinasi yang semakin diperhitungkan di peta pariwisata nasional maupun global.