Pemerintah Dorong Kolaborasi Swasta Kembangkan Sistem Manajemen Transportasi Cerdas Nasional

Kamis, 12 Februari 2026 | 11:48:36 WIB
Pemerintah Dorong Kolaborasi Swasta Kembangkan Sistem Manajemen Transportasi Cerdas Nasional

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka ruang partisipasi luas bagi sektor swasta untuk terlibat aktif dalam pembangunan sistem manajemen transportasi cerdas atau intelligent transport system (ITS), sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas layanan mobilitas masyarakat yang aman, efisien, dan berkelanjutan. Upaya ini dinilai penting untuk menjawab tantangan kemacetan, keselamatan, serta kebutuhan transportasi perkotaan yang semakin kompleks seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan kendaraan.

Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kemenhub, Muiz Thohir, menegaskan bahwa pemerintah mengundang peran serta dunia usaha dalam pengembangan ITS, khususnya pada layanan bus rapid transit (BRT). “Pemerintah membuka ruang partisipasi yang luas bagi sektor swasta untuk mendukung pembangunan ITS BRT melalui solusi yang inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pelayanan publik,” kata Muiz Thohir dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

Langkah ini disampaikan dalam kegiatan Market Sounding Sistem Manajemen Transportasi Cerdas yang digelar di Kantor Pusat Kemenhub. Forum tersebut menjadi sarana dialog antara pemerintah dan pelaku industri untuk menjaring masukan, inovasi teknologi, serta potensi kerja sama yang dapat diterapkan dalam pembangunan dan pengelolaan sistem transportasi berbasis teknologi informasi.

Arah Kebijakan Transportasi Cerdas Nasional

Pengembangan sistem manajemen transportasi cerdas merupakan bagian dari kebijakan besar Kemenhub dalam mendorong transformasi layanan transportasi di Indonesia. ITS diproyeksikan menjadi tulang punggung pengelolaan lalu lintas modern, mulai dari pengaturan sinyal lampu lalu lintas, pemantauan pergerakan kendaraan secara real time, hingga penyediaan informasi perjalanan yang akurat bagi pengguna jalan.

Muiz menjelaskan, pemanfaatan teknologi dalam sistem transportasi tidak hanya berfokus pada peningkatan kelancaran lalu lintas, tetapi juga pada aspek keselamatan dan efisiensi operasional. Dengan dukungan sistem digital, pemerintah daerah dan operator transportasi dapat melakukan perencanaan yang lebih tepat, respons cepat terhadap kondisi darurat, serta optimalisasi armada dan infrastruktur yang tersedia.

Pemerintah juga menilai bahwa keterlibatan sektor swasta sangat krusial dalam menghadirkan solusi teknologi mutakhir. Inovasi yang dihasilkan dunia usaha diyakini mampu mempercepat adopsi ITS di berbagai kota, sekaligus menekan biaya pengembangan melalui skema pembiayaan yang lebih kreatif dan berkelanjutan.

Peran Swasta dalam Pembangunan ITS BRT

Khusus pada layanan BRT, Kemenhub menargetkan penerapan ITS secara lebih luas untuk mendukung sistem transportasi massal perkotaan yang andal. Muiz menyebutkan bahwa kolaborasi dengan sektor swasta memungkinkan penerapan teknologi seperti automatic vehicle location, sistem tiket elektronik terintegrasi, hingga pusat kendali operasi berbasis data.

Dalam skema kerja sama ini, pemerintah membuka peluang bagi perusahaan teknologi, operator transportasi, hingga investor infrastruktur untuk berkontribusi sesuai keahlian masing-masing. Pola kemitraan yang dikembangkan diharapkan dapat menghasilkan sistem BRT yang tidak hanya modern, tetapi juga berorientasi pada kebutuhan pengguna.

Kemenhub memandang bahwa keberhasilan pengembangan ITS pada layanan BRT dapat menjadi model bagi penerapan di moda transportasi lainnya. Integrasi antarmoda berbasis teknologi akan memperkuat konektivitas perkotaan, memudahkan perpindahan penumpang, serta meningkatkan daya tarik transportasi umum sebagai pilihan utama masyarakat.

Forum Market Sounding sebagai Sarana Penjajakan

Kegiatan Market Sounding yang digelar Kemenhub menjadi momentum penting untuk menyatukan perspektif pemerintah dan dunia usaha. Dalam forum tersebut, berbagai gagasan, teknologi, serta skema pembiayaan dipaparkan sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan lanjutan.

Muiz menekankan bahwa pendekatan dialogis ini memungkinkan pemerintah memahami dinamika industri, sekaligus menyesuaikan regulasi agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan demikian, implementasi ITS dapat berjalan efektif tanpa mengabaikan aspek tata kelola, keamanan data, dan perlindungan konsumen.

Selain itu, forum ini juga membuka ruang bagi pelaku usaha untuk menyampaikan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan sistem transportasi cerdas, mulai dari kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, hingga integrasi dengan sistem yang sudah ada. Masukan tersebut menjadi bekal penting bagi Kemenhub dalam merancang peta jalan pengembangan ITS nasional.

Dampak terhadap Layanan dan Mobilitas Publik

Penerapan sistem manajemen transportasi cerdas diyakini akan membawa dampak signifikan terhadap kualitas layanan transportasi publik. Dengan dukungan data real time, operator dapat mengatur jadwal keberangkatan secara lebih presisi, mengurangi waktu tunggu penumpang, serta meningkatkan ketepatan waktu perjalanan.

Di sisi lain, masyarakat akan memperoleh akses informasi yang lebih transparan mengenai rute, jadwal, dan kondisi lalu lintas. Hal ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan kemacetan dan emisi karbon.

Kemenhub menilai bahwa sistem transportasi cerdas merupakan fondasi penting bagi terwujudnya kota pintar yang berkelanjutan. Integrasi antara transportasi, tata ruang, dan teknologi informasi akan menciptakan ekosistem mobilitas yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan inklusif.

Langkah Lanjutan dan Komitmen Pemerintah

Ke depan, Kemenhub berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan penerapan ITS di berbagai wilayah, tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga di daerah berkembang. Pemerintah akan mendorong sinergi antara pusat dan daerah, sekaligus memfasilitasi skema kerja sama yang kondusif bagi dunia usaha.

Muiz menyatakan bahwa keberhasilan pengembangan ITS sangat bergantung pada konsistensi kebijakan dan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah, swasta, akademisi, serta masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam menciptakan sistem transportasi nasional yang modern dan berdaya saing.

Dengan kolaborasi yang solid, Kemenhub optimistis bahwa sistem manajemen transportasi cerdas dapat menjadi solusi nyata dalam menjawab tantangan mobilitas di Indonesia. Transformasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga memperkuat daya saing bangsa di era digital.

Terkini